Info Aktual

600 Ribu Sarjana Indonesia Menganggur

Jakarta - Dirjen Pendidikan Islam Kemeritan Agama RI mencatat sedikitnya 600 ribu sajana di Indonesia, menganggur masih belum mengetahui apa yang harus dikerjakan. Demikian dikatakan oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemeritan Agama RI, Prof, Kamaruddin Amin saat memberikan SK Izin Pendirian STEBI Ajlabar yang diterima oleh Ketua Yayasan El Jabar Indonesia, Dr, H.A Suryaman, SE, MM di Hotel Mercure Jakarta. Jumat, (21/7/2017).  

Ia menjelaskan, hal tersebut yang menjadi tantangan perguruan tinggi di Indonesia agar tidak hanya mencetak sarjana tanpa dibekali dengan kualitas dan keahlian yang memadai.

“Di samping  berkualitas pendidika tinggi juga harus mampu membaca relevansi antara ilmu yang dipelajari dengan kebutuhan pasar atau industri di masyarakat,” tegas dia.

Jadi tambah dia, Perguruan Tinggi harus mampu membaca kebutuhan dan lapangan kerja di masyarakat sehingga ada konektivitas Antara perguruan tiinggi dengan kebutuhan masyarakat.

Disamping penguasaan hard skill, juga kemampuan soft skill perlu terus diasah, seperti, kemampuan bahasa, pola pikir, problem solving dan lain-lain.

“Termasuk kemampuan di bidang Teknologi Informasi, pasti dapat dirumuskan , sehingga ada standar bagi para lulusan bergelar sarjana yang tidak gagap teknologi (gaptek,” tukasnya

Selain skills dan IT, Prof Kamaruddin juga mengingatkan agat perguruan tinggi mencetak lulusann atau sarjana yang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

“Ini penting karena menjadi bagian dari attitude dimana  mereka diharapkan menjadi seorang sarjana yang tawadhu, tidak sombong dan jauh dari sifat-sifat arogan dalam berinteraksi,” katanya.

Jika semua yang disampaikan tadi sudah terpenuhi, Prof Kamaruddin percaya, insya allah kualitas para sarjana kita tidak akan tergilas oleh Sarjana dari nergara lain.

Lebih lanjut ia juga berpesan agar semua hal tersebut menjadi konsekuensi diterimanya SK perizinan pendirian Perguruan Tinggi oleh pemerintah . Di satu pihak Kemeterian agama mendorong dibukanya pendidikan tinggi, namun di sisi lain, pihaknya akan terus melakukan monitoring agar perguruan tinggi yang sudah berizin dapat berkontibusi maksimal bagi peningktan kualitas SDM kita. (HMS)